Minggu, 09 Juni 2013

Semangkuk Bakmi Menyadarkanku

        Pada malam itu, saya bertengkar dengan ibu saya .  karena sangat marah , saya segara meninggalkan rumah tanpa membawa apapun .Saat berjalan disuatu jalan , saya menyadari bahwa saya sama sekali tidak membawa uang .Saat saya menyusuri sebuah jalan , saya melewati sebuah kedai bakmi dan saya mencium harumnya aroma masakan . Saya ingin sekali memesan semangkuk bakmi , tetapi saya tidak mempunyai uang .

      Pemilik kedai melihat saya berdiri cukup lama didepan kedainya , lalu berkta '' Nona , apakah engkau ingin memesa semangkuk bakmi ? '' '' ya , tetapi , saya tidak membwa uang '' jawab saya dengan malu- malu . Tidak apa -apa , aku akan mentraktirmu '' jawab si pemilik kedai . '' Silakan duduk , aku akan memasakkan bakmi untukmu ''. Tidak lama kemudian , saya segera makan beberapa suap , kemudian air mataku mulai berlinang .'' Ada apa nona ?'' tanya si pemilik kedai . '' Tidak apa -apa '' aku  hanya terharu jawaban saya sambil mengeringkan air mataku .

      '' Bahkan , seorang yang baru ku kenal pun memberi aku semangkuku bakmi ! , tetapi . ibuku sendiri setelah bertengkar denganku , mengusirku dari rumah '' '' kau , seseorang yang baru ku kenal , tetapi begitu peduli denganku  di bandingkan denga ibu kandungku  sendiri '' katanya kepada pemilik kedai .  Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan saya menarik nafas . panjang dan berkata '' Nona mengapa kau berfikir seperti itu ?  renunglah hal ini aku, hanya memberimu semangkuk bakmi dan begitu terharu . Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini , mengapa engkau tidak berterimah kasih kedapanya  ? dan kau malah bertengkar dengannya  '' saya terhenyak mendengar hal tersebut , setelah menghahiskan bakmi tersebut , saya pun langsung bergegas pulang untuk menemui ibu dan meminta maaf kedapanya,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar